Kamis, 13 April 2017

Pengenalan Pemrograman Trestruktur

PENGENALAN
PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR




BAB I             PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Untuk memperoleh program yang baik dan terstruktur perlu mempelajari elemen bahasa pemrograman. Oleh karean itu, penyusun mencoba untuk memaparkan masalah tentang elemen-elemen bahasa pemrograman.

1.2  Rumusan Masalah
a.      Pengertian Pemrograman Terstruktur
b.      Pengertian Bahasa C++
c.       Pengertian Bahasa Pascal
d.      Perbedaan Bahasa C++ dan Pascal

1.3  Maksud Dan Tujuan
Maksud dari penyusunan tugas ini adalah untuk memenuhi dan melengkapi salah satu tugas mata kuliah Pemrograman Terstruktur. Sedangkan tujuan dari penulisan tugas ini adalah:
1. Menerapkan teori yang didapat selama belajar.
2. Mengembangkan kreativitas dan wawasan penulis.
3. Memberikan uraian elemen-elemen bahasa pemrograman secara lebih terperinci.



BAB II                        PEMBAHASAN

Pemrograman Terstruktur
A.  Sejarah Metodologi Pemrograman
Ide pemrograman terstruktur pertama kali diungkapkan oleh Prof Edsger Djikstra dari Universitas Eindhoven sekitar tahun 1965. Dalam papernya, Djikstra mengusulkan peniadaan perintah GOTO pada pemrograman terstruktur. Berbeda dengan pendapat HD Millis yang mengungkapkan bahwa pemrograman terstruktur tidak tergantung pada ada tidaknya GOTO tetapi lebih pada struktur program itu sendiri. Dari pernyataan keduanya, memberikan gambaran tidak adanya definisi yang jelas untuk pemrograman terstruktur. Tetapi dapat digaris bawahi bahwa pemrograman terstruktur merupakan suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program.

B.  Pengertian Pemrograman Terstruktur
Pemrograman Terstruktur merupakan suatu tindakan untuk membuat program yang berisi instruksi-instruksi dalam bahasa komputer yang disusun secara logis dan sistematis supaya mudah dimengerti, mudah dites, dan mudah dimodifikasi.
Pemrograman terstruktur adalah bahasa pemrograman yang mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat mengunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan. Bahasa pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang mendukung abstraksi data, pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur. Sedangkan Prosedur adalah bagian dari program untuk melakukan operasi-operasi yang sudah ditentukan dengan menggunakan parameter tertentu.

1.  Alasan Pemrograman Terstruktur
  • Krisis metode pengembangan
  • Kemampuan tenaga programmer tertinggal
  • Sulitnya modifikasi program jika ada kesalahan atau perubahan
  • Sulitnya modifikasi kode program karena tidak terstruktur dengan baik

2.  Manfaat Pemrograman Terstruktur
  • Dapat menangani program yang  besar dan komplek
  • Dapat menghindari konflik internal team
  • Membagi kerja team berdasarkan modul-modul program yang sudah dirancang
  • Kemajuan pengerjaan sistem dapat dimonitor dan dikaji

             a. Ciri – ciri Program Terstruktur (Good Program)
  • Run correctly (Program handal)
  • Run efficiently (Program menjadi sederhana / tidak rumit)
  • Be easy to read and understand (Mudah dibaca dan ditelusuri)
  • Be easy to debug (Program mudah ditelusuri kesalahannya)
  • Be easy to modify (Program mudah dimodifikasi)

-     Pemrograman terstruktur bercirikan:
  • Mengandung teknik pemecahan yang tepat dan benar,
  • Memiliki algoritma pemecahan masalah yang sederhana, standar dan efektif,
  • Memiliki struktur logika yang benar dan mudah dipahami,
  • Terdiri dari 3 struktur dasar yaitu urutan, seleksi dan perulangan,
  • Menghindari penggunaan GOTO,
  • Biaya pengujian rendah, Source Program penterjemah Machine Languages Komputer dan Pemrograman
  • Memiliki dokumentasi yang baik,
  • Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan rendah.

             b. Tujuan dari pemrograman terstruktur adalah
  • Meningkatkan kehandalan suatu progam,
  • Program mudah dibaca dan ditelusuri,
  • Menyederhanakan kerumitan program,
  • Pemeliharaan program, dan
  • Meningkatkan produktivitas pemrograman.
       c. Langkah-langkah untuk membuat program yang baik dan terstruktur adalah:
  1. Mendefinisikan Masalah
  2. Menentukan Solusi
  3. Memilih Algoritma
  4. Menulis Program
  5. Menguji Program
  6. Menulis Dokumentasi
  7. Merawat Program
  8. Pengenalan Komputer

-     Langkah – Langkah Pengembangan Program
  • Definisikan masalah (Batasan masalah)
  • Rancang outline pemecahan masalah (Pengembangan model)
  • Buat algoritma berdasarkan outline pemecahan masalah
  • Test algoritma (Perbaikan algoritma)
  • Coding (Pemrograman dan pengujian program)
  • Execute (Running)
  • Dokumentasi dan pemeliharaan

1. Definisi Masalah
a.      Keluaran (Output)
b.      Masukan (Input)
c.       Proses (Proces)
2. Outline Pemecahan Masalah (Pengembangan model)
a.      Buat langkah – langkah proses (modul/proses apa saja yang terjadi pada menu utama dan sub menu)
b.      Buat rincian/detail Proses (masing-masing submenu akan mengerjakan berapa modul/proses, setiap modul/proses yang terjadi berinteraksi dengan berapa file dan file apa saja )
c.       Tentukan Variable dan record (dalam setiap proses (modul), baik variabel lokal maupun variabel global)
d.      Tentukan struktur kontrol (urut, pengulangan, kondisi), berapa bentuk struktur kontrol yang terlibat dalam satu proses, dan jenis strukturnya apa saja dan berapa banyak

Metode Pemrograman Terstruktur
Pemrograman terstruktur memakai metode pengembangan Top-Down. Perancangan program dilakukan secara Modular.

  • Pengembangan Top-Down
                           Pengembangan yang dimulai dari langkah yang global lebih dahulu, yang kemudian diperluas lagi sehingga didapat langkah rinci
  • Modular
Perancangan program dilakukan dalam bentuk modul-modul

Teorema Pada Pemrograman Terstruktur
1.    Sequence
Tiap instruksi dikerjakan secara berurutan sesuai dengan urutan penulisannya
Contoh :
Perintah A
Perintah B
Perintah C
2.    Selection
Instruksi akan dikerjakan jika kondisi tertentu dipenuhi
Contoh :
Penggunaan IF-THEN-ELSE
Penggunaan CASE

3.    Repetition
Instruksi dikerjakan berulang – ulang sampai suatu kondisi dicapai.
Contoh :
Penggunaan DO WHILE
Penggunaan REPEAT – UNTIL

1. Sifat-sifat Pemrograman Terstruktur
  • Memuat teknik pemecahan masalah yang logis dan sistematis
  • Memuat algoritma yang efisien, efektif dan sederhana
  • Program disusun dengan logika yang mudah dipahami
  • Tidak menggunakan perintah GOTO
  • Biaya pengujian program relatif rendah
  • Memiliki dokumentasi yang baik
  • Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relatif rendah

A. Pascal (Bahasa Pemrograman)
1. Sejarah
Pascal dibuat pertama kali oleh Prof. Niklaus Wirth, seorang anggota International Federation of Information Processing (IFIP) pada tahun 1971. pascal berasal dari nama matematikawan yaitu Blaise Pascal. Pascal digunakan untuk mengenalkan pemrograman terstruktur.

2. Aplikasi Bahasa Pascal
  • Pascal dipakai sebagai landasan pembuatan kode perangkat lunak Delphi (berbasis windows).
  • Pascal dipakai sebagai landasan pembuatan kode perangkat lunak Kylix (berbasis Linux).

3. Kelebihan dan Kekurangan
a. Kelebihan Bahasa Pascal :
  • ·        Tipe data standar, tipe-tipe data standar yang telah tersedia bahasa pemrogaman. Pascal memiliki tipe data standar Boolean, integer, char, real, string.
  • User defined data types, programmer dapat membuat tipe data lain yang diturunkan dari tipe data standar.
  • Strongly-typed, programmer harus menentukan tipe data dari suatu variable dan variable tersebut tidak dapat dipergunakan untuk menyimpan tipe data selain format yang ditentukan.
  • Terstruktur, memiliki sintaks yang memungkinkan penulisan program dipecah menjadi fungsi-fungsi kecil (procedur dan function) yang dapat dipergunakan berulang-ulang.
  • Sederhana dan ekspresif, memiliki struktur yang sederhana dan sangat mendekati bahasa manusia (bahasa inggris) sehingga mudah dipelajari dan dipahami.
b. Kekurangan Bahasa Pascal :
  • Versi awal Pascal kurang cocok untuk aplikasi bisnis karena dukungan basisdata yang terbatas.
  • Sintaks Pascal terlalu bertele-tele.
  • Tidak mendukung pemrograman berorientasi objek.
  • Pascal tidak fleksibel dan banyak kekurangan yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi yang besar.

B. C++
1. Pengertian C++
C++ adalah sebuah bahasa pemrograman yang memiliki banyak dialek, seperti bahasa orang yang banyak memiliki dialek. Dalam C++, dialek bukan disebabkan oleh karena si pembicara berasal dari Jepang atau Indonesia, melainkan karena bahasa ini memiliki beberapa kompiler yang berbeda. Ada empat kompiler umum yaitu : C++ Borland, C++ Microsoft Visual, C/386 Watcom, dan DJGPP. Anda dapat mendownload DJGPP atau mungkin saja anda telah memiliki kompiler lain.
Setiap kompiler ini agak berbeda. Setiap kompiler akan dapat menjalankan fungsi-fungsi standar C++ ANSI/ISO, tetapi masing-masing kompiler juga akan dapat menjalankan fungsi fungsi nonstandard (fungsi-fungsi ini, agak mirip dengan ucapan yang tidak standar yang diucapkan orang diberbagai pelosok negeri. Sebagai contoh, di New Orleans kata median disebut neutral ground). Kadang-kadang pemakaian fungsi nonstandard akan menimbulkan masalah pada saat anda hendak mengkompilasi kode sumber data (source code) (yaitu program berbahasa C++ yang ditulis oleh seorang programer) mempergunakan kompiler yang berbeda. Tutorial ini tidak terlepas dari masalah seperti itu.

2. Sejarah
Bahasa C++ diciptakan oleh Bjarne Stroustrup tahun 1983 di Lab Bell. C++ merupakan bahasa pemrograman berorientasi objek menggunakan kaidah bahasa.

3. Aplikasi Bahasa C++
  • Sebagai bahasa pemrograman di Windows, UNIX, Linux.
  • Visual C++ dapat dibuat aplikasi apa saja seperti database.
  • Bahasa untuk pembuatan system operasi, game, system kendali,pembuatan aplikasi
  • Untuk membuat bahasa baru atau membuat compiler bahasa baru
  • Untuk menulis komponen dan file-file pustaka bahasa lain

4. Kelebihan dan Kekurangan
a. Kelebihan :
  • Merupakan induk dari bahasa pemrograman perl, php, phyton, visual basic, gambas, java, C#.
  • Compiler bahasa C++ terdapat di semua platform.
  • Untuk pengembangan visual dijejali dengan platform yang sangat banyak seperti OWL, MFC, Cocoa, QT, GTK, dll.
  • Merupakan pemrograman berorientasi objek.
b. Kekurangan :
  • Bahasa ini cukup sulit untuk dipel;ajari dan dipahami.
  • Banyaknya operator serta fleksibilitas penulisan program kadang-kadang membingungkan pemakai.
  • Bagi pemula pada umumnya akan kesulitan menggunakan pointer

C. Perbedaan Antara OOP dan Pemrograman Terstruktur
Sistem pemrograman berorientasi objek, bentuk pemodelan programnya diorientasikan dalam bentuk objek – objek, sedangkan Sistem pemrograman terstruktur pemodelan programnya diuraikan dan diorganisasikan secara lebih detail.
Konsep dasar pemrograman berorientasi objek dikelompokkan kedalam kelas, objek, abstraksi, enkapulasi dan Polimorfisme melalui pengiriman pesan, sedangkan konsep dasar pemrograman terstruktur harus mengandung teknik pemecahan masalah yang tepat dan benar, memiliki algoritma pemecahan masalah yang sederhana, standar dan efektif, penulisan program memiliki struktur logika yang benar dan mudah dipahami, program hanya memiliki 3 struktur dasar, yaitu : Struktur berurutan, struktur seleksi, dan struktur pengulangan, Menghindari penggunaan pernyataan GOTO, Memiliki dokumentasi yang baik.
UML adalah contoh salah satu bahasa pemrograman yang berkonsepkan OOP, sedangkan DFD dan ERD adalah contoh bahasa pemrograman yang berkonsepkan pemrograman secara terstruktur.
Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sedangkan untuk pemrograman terstruktur, menggunakan prosedur/tata cara yang teratur untuk mengoperasikan data struktur
Untuk tata nama, keduanya pun memiliki tatanan yang sama walaupun memiliki pengertian tersendiri:
Object oriented menggunakan “method” sedangkan terstruktur menggunakan “function”. Bila di OOP sering didengar mengenai “objects” maka di terstruktur kita mengenalnya dengan ” modules”. Begitu pula halnya dengan “message” pada OO dan “argument” pada terstruktur. “attribute” pada OO juga memiliki tatanan nama yang sepadan dengan “variabel” pada pemrograman terstruktur.

  
1.    Kelebihan dan Kekurangan Pemograman OPP dan Pemograman Terstruktur :

      a.      Metode Terstruktur
Perancangan Terstruktur (Structured Analisys and Design / SSAD)
Metode ini diperkenalkan pada tahun 1970, yang merupakan hasil turunan dari pemrograman terstruktur. Metode pengembangan dengan metode terstruktur ini terus diperbaiki sampai akhirnya dapat digunakan dalam dunia nyata. Perancangan ini bertujuan untuk membuat model SOLUSI terhadap PROBLEM yang sudah dimodelkan secara lengkap pada tahap analisis terstruktur.

Kelebihan
  • Milestone diperlihatkan dengan jelas yang memudahkan dalam manajemen proyek
  • SSAD merupakan pendekatan visual, ini membuat metode ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer.
  • Penggunaan analisis grafis dan tool seperti DFD menjadikan SSAD menjadikan bagus untuk digunakan.
  • SSAD merupakan metode yang diketahui secara umum pada berbagai industry.
  • SSAD sudah diterapkan begitu lama sehingga metode ini sudah matang dan layak untuk digunakan.
  • SSAD memungkinkan untuk melakukan validasi antara berbagai kebutuhan
  • SSAD relatif simpel dan mudah dimengerti.
Kekurangan
  • SSAD berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.
  • Sedikit sekali manajemen langsung terkait dengan SSAD
  • Prinsip dasar SSAD merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap proses.
  • Interaksi antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan (kebutuhan-kebutuhan baru).
  • Selain dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sliit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi.
  • Pada SAAD sliit sekali untuk memutuskan ketika ingin menghentikan dekomposisi dan mliai membuat sistem.
  • SSAD tidak selalu memenuhi kebutuhan pengguna.
  • SSAD tidak dapat memenuhi kebutuhan terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek, karena metode ini memang didesain untuk mendukung bahasa pemrograman terstruktur, tidak berorientasi pada obyek (Jadalowen, 2002).

      b.      Metode Berorientasi Objek
Perancangan Berbasis Objek (Object-oriented Analysis and Design / OOAD)
Metode OOAD melakukan pendekatan terhadap masalah dari perspektif obyek, tidak pada perspektif fungsional seperti pada pemrograman terstruktur. Akhir-akhir ini penggunakan OOAD meningkat dibandingkan dengan pengunaan metode pengembangan software dengan metode tradisional. Sebagai metode baru dan sophisticated bahasa pemrograman berorientasi obyek diciptakan, hal tersebut untuk memenuhi peningkatan kebutuhan akan pendekatan berorientasi obyek pada aplikasi bisnis

Kelebihan
  • Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan sistem
  • Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).
  • Tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem.
  • Analis dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformliasikan yang dapat dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi.
  • Relasi obyek dengan entitas (thing) umumnya dapat di mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan keterkaitan dalam sistem. Hal ini memudahkan dalam mehami desain (Sommerville, 2000).
  • Memungkinkan adanya perubahan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebernaran software yang membantu untuk mengurangi resiko pada pembangunan sistem yang kompleks (Booch, 2007).
  • Encapsliation data dan method, memungkinkan penggunaan kembali pada proyek lain, hal ini akan memperingan proses desain, pemrograman dan reduksi harga.
  • OOAD memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek.
  • Dekomposisi obyek, memungkinkan seorang analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah. Kode program dapat dikerjakan bersama-sama. Metode ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. Sistem yang dihasilkan sangat fleksibel dan mudah dalam memelihara.
Kekurangan
  • Pada awal desain OOAD, sistem mungkin akan sangat simple.
  • Pada OOAD lebih fockus pada coding dibandingkan dengan SSAD.
  • Pada OOAD tidak menekankan pada kinerja team seperti pada SSAD.
  • Pada OOAD tidak mudah untuk mendefinisikan class dan obyek yang dibutuhkan sistem.
  • Sering kali pemrogramam berorientasi obyek digunakan untuk melakukan anlisisis terhadap fungsional siste, sementara metode OOAD tidak berbasis pada fungsional sistem.
  • OOAD merupakan jenis manajemen proyek yang tergolong baru, yang berbeda dengan metode analisis dengan metode terstruktur. Konsekuensinya adalah, team developer butuh waktu yang lebih lama untuk berpindah ke OOAD, karena mereka sudah menggunakan SSAD dalam waktu yang lama ( Hantos, 2005).
  • Metodologi pengembangan sistem dengan OOAD menggunakan konsep reuse. Reuse merupakan salah satu keuntungan utama yang menjadi alasan digunakannya OOAD. Namun demikian, tanpa prosedur yang emplisit terhadap reuse, akan sangat sliit untuk menerapkan konsep ini pada skala besar (Hantos, 2005).



BAB III                       PENUTUP
2. 1.          Kesimpulan
Pemrograman terstruktur adalah bahasa pemrograman yang mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat mengunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan. Bahasa pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang mendukung abstraksi data, pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur. Sedangkan Prosedur adalah bagian dari program untuk melakukan operasi-operasi yang sudah ditentukan dengan menggunakan parameter tertentu.
Pemrograman Terstruktur merupakan suatu tindakan untuk membuat program yang berisi instruksi-instruksi dalam bahasa komputer yang disusun secara logis dan sistematis supaya mudah dimengerti, mudah dites, dan mudah dimodifikasi.

3. 2.          Saran
Setelah membaca makalah ini pembaca sudah mengenal bahasa-bahasa pemrograman yang mengandung arti dengan elemen–elemen pemrograman. Oleh karena itu pembaca harus memahami dengan cermat dan teliti.untuk mengetahui makalah ini dengan benar.



DAFTAR PUSTAKA

Kadir, Abdul. dan Heryanto. 2005. Algoritma pemrograman  C++. Yogyakarta: Andi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar